Dirjen PSP Kementan RI tinjau Proyek, Petani keluhkan Irigasi

Dirjen  mengunjungi Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi PSP 2013

Sebagian petani di Desa Mipiran Kecamatan Padamara mengeluhkan masih kurang lancar dan tidak meratanya saluran irigasi terutama untuk sisi timur desa tersebut, sehingga petani kesulitan untuk menanam padi baik di musim hujan maupun musim kemarau. Keluhan petani tersebut disampaikan oleh Camat Padamara Raditya Widayaka AP dihadapan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementrian Pertanian RI Dr Ir Sumardjo Gatot Irianto Ms DAA saat meninjau proyek proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) pada Kementrian Pertanian RI Tahun 2013 Kabupaten Purbalingga dan memantau perkembangan Pengembangan Usaha Agrobisnis Perdesaaan (PUAP) di balai desa Mipiran Kecamatan Padamara Sabtu (7/9).

Radit juga meminta agar irigasi di Desa Mipiran untuk dibenahi “Saya mewakili para petani Desa Mipiran berharap agar para pemangku kepentingan untuk membenahi irigasi desa ini. Petani  sangat membutuhkan adanya irigasi yang memadai khususnya untuk sisi sebelah timur, karena sebagian dari para petani di Desa Mipiran kebanyakan menanam palawija, terutama jagung, “ pintanya.

Selain itu para petani juga mengeluhkan, sumber air di desanya termasuk besar dan banyak. Tapi seiring dengan perkembangan pembangunan serta semakin bertambahnya penduduk saat ini sumber air yang seharusnya digunakan untuk irigasi juga digunakan/dikuasai oleh perusahaan air minum sehingga debit air yang mengalir ke Desa Mipiran semakin mengecil dan tidak merata.

Menanggapi keluhan petani tersebut Direktur Pengelolaan Air Ir Tungggul Iman Panuju M Sc meminta kepada dinas terkait untuk melaporkan dan meneruskan laporan petani tersebut secara berjenjang.”Kalau sesuai tupoksi kita, ya akan kami tindak lanjuti. Kalau memang kerusakan irigasi itu dalam skala besar dan merupakan jaringan irigasi besar, itu merupakan kewenangan Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PU maka laporannya harus ke PU dulu, tapi kalo kerusakan-kerusakan kecil  semacam itu kami siap untuk membantu,”jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga Ir Lili Purwati, mengatakan Luas lahan di Kabupaten Purbalingga sebanyak 77.764 Ha dengan rincian lahan sawah 21.397 Ha yang dialiri dengan irigasi teknis seluas 17.504 Ha dan yang menggunakan irigasi tadah hujan 3.893 Ha. Sesuai dengan  Program Kegiatan Dirjen PSP di Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 Purbalingga mendapatkan alokasi pengembangan jaringan irigasi sebesar Rp 2.000.000.000,- untuk areal 2000 Ha lahan.

Alokasi pengembangan jaringan  irigasi tersebar di  23 P3A, 23 desa dan 10 kecamatan dengan realisasi keuangan 100% dan realisasi fisik baru 87%. Selain itu untuk mendukung produksi tanaman pangan, Dirjen PSP juga mengalokasikan 2 paket pengelolaan sarana irigasi sebesar Rp.120.000.000,- untuk Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PIP) yang tersebar di 2 GP3A, 2 desa dan 2 kecamatan dengan realisasi keuangan 100% serta untuk realisasi fisik baru 30%.

Selain mengunjungi sarana dan prasarana irigasi pertanian, rombongan dari Kementrian Pertanian juga juga meminta kepada sejumlah kelompok tani (klomtan) untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya untuk tanaman padi dengan mengembangkan System Rice of Intensification (SRI).  Turut mendampingi pada acara terebut Dirjen PSP Kementrian Pertanian Direktur Pengelolaan Lahan, Ir Tunggul Iman Panuju M SC, Direktur Pengelolaan Air Ir Prasetyo Muchsin MM, Direktur Pembiayaan Ir Mulyadi Hendiawan MM, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah Ir Suryo Banendro M P Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Purbalingga  Ir Lili Purwati. (Humas-Kmn)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *