Antisipasi Rendahnya Produksi Cabai Di Musim Hujan DIRJEN HORTIKULTURA ADAKAN BINTEK BUDIDAYA CABAI

BOBOTSARI #sedulurtani. Pada saat musim penghujan, harga cabai cenderung naik, ini disebabkan oleh pasokan dari sentra sentra Cabai ke pasar di Jabotabek berkurang. Rendahnya pasokan disebabkan karena petani biasanya tidak menanam Cabai pada musim hujan. Demikan antara lain hal hal yang disampaikan oleh Ir. Hanan Prasetyo, dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian saat memberikan sambutan pengantar pada Bimtek Budi Daya Cabai di Musim Penghujan yang diselenggarakan di BPP Bobotsari hari ini (17/3).

Sebelumnya bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti oleh peserta dari Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara itu dibuka oleh Kabid Perkebunan dan Hortikultura, Supriyanto, A.Md mewakili Kepala Dinas Pertanian Purbalingga. Dalam sambutannya, Kabid menyampaikan bahwa Cabai merupakan komoditas strategis yang masuk dalam kelompok kebutuhan pokok masyarakat. Diperlukan sentuhan teknologi agar produksi Cabai dapat merata sepanjang tahun, terutama ketika memasuki 3 hari raya, yaitu Idul Fitri, Natal dan Imlek.

Setelah pembukaan disampaikan pula materi Budi Daya Cabai yang Ramah Lingkungan, oleh Ibu Citra dari BPTP Jawa Tengah yang berisi cara budidaya Cabai menggunakan metode hayati dengan penggunaan bahan kimia sintetis seminimal mungkin. Sebagai bagian akhir dari Bimtek tersebut, sebelum dilakukan praktek, disampaikan pula materi Budi Daya Cabai menggunakan Sungkup Plastik oleh pemateri Bambang Nuryono (Oyon) dari Pekuncen Bobotsari.

Oyon, demikian biasa dipanggil, menyampaikan bahwa dalam rentang satu tahun, budidaya cabai akan menemui harga panen yang cenderung fluktuatif, namun apabila kita perhatikan dari waktu ke waktu khususnya dalam jangka waktu enam tahun terakhir harga cabai cenderung tinggi di bulan Oktober, Nopember, Desember dan Januari hingga Pebruari. Harga tinggi di bulan-bulan tersebut tidak lepas dari berbagai macam kendala yang dihadapi petani mulai awal pembudidayaan di periode bulan Agustus atau September hingga memasuki masa panen.

Adapun kendala yang sering dihadapi Petani periode tersebut antara lain: Berkurangnya / tidak adanya sumber air pada awal tanam Merebaknya hama Trips, Tungau dan kutu kebul.
Timbulnya Penyakit karena VIRUS yang ditularkan oleh hama Trips, Tungau dan Kutu Kebul tersebut. Merebaknya penyakit yang diakibatkan Jamur Antraknosa (Patek), dan Phytiptora disaat mulai panen karena bertepatan dengan musim hujan. Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut diperkenalkanlah cara budi daya Cabai dengan menggunakan sungkup plastik (SubbagPP).
#petanimilenial
#pertanianmasuksekolah
#penyuluhsahabatpetani
#dinpertanpurbalingga
#purbalinggamemikat
#jatenggayeng
#kostratani
#kementerianpertanianRI
#pertanianmajumandirimodern

You may also like...