PETANI MENUAI UNTUNG BUDIDAYA MINAPADI DI LIMBASARI

Budidaya sistem minapadi yang dikembangkan petani Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) tiga bulan lalu saat ini sudah mulai dipanen. Ikan nila yang dibudidaya dalam sistem minapadi seluas 5 hektar (ha) telah dipanen rata-rata sebanyak 1,5 ton/ha.

Poktan Mulya Desa Limbasari binaan Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Perikanan telah melaksanakan panen ikan nila ukuran 5-6 ekor/kg sebanyak 7,5 ton tersebut disaksikan langsung Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto bersama rombongan saat melakukan kunjungan kerja di Purbalingga, Jateng.

Penyuluh Pertanian Wilbin Puji Priyatno, S.Pt. didampingi Kepala BPP Kec. Bobotsari Kisno, S.P. menjelaskan bahwa luas lahan mina padi 5 ha jumlah petani 20 orang. Poktan Mulya telah menerima fasilitas dari Ditjen Perikanan dan KKP berupa benih ikan, jaring, biaya tenaga kerja pembuatan parit, pipa saluran, pakan, dll. Pembinaan di lapangan dilakukan oleh penyuluh pertanian dan penyuluh perikanan kecamatan Bobotsari. Kemudian Kisno, S.P. Kepala BPP Kec. Bobotsari menjelaskan bahwa produksi padi yang telah dipanen pada lahan mina padi adalah 55,13 kw gkg per hektar. Dengan demikian bisa diketahui bahwa per luasan lahan untuk produksi padi tidak terpengaruh walaupun lahan sudah dikurangi untuk parit.

Penyuluh Perikanan Kec. Bobotsari Martoyo Prihastomo, S.Pi. menjelaskan bahwa budidaya mina padi mudah dilaksanakan oleh petani, tidak menambah biaya banyak, hanya perawatan tentang pengawasan hama baik kepiting ataupun musang yang sebagai kendala, walaupun demikian masih bisa ditangani dengan baik.

“Usaha budidaya minapadi tersebut salah satu dukungan yang diberikan Ditjen Perikanan Budidaya KKP kepada petani Purbalingga,” ujar Slamet Soebjakto.

Slamet mengemukakan, minapadi adalah model yang tepat untuk memecahkan solusi pemenuhan kebutuhan pangan nasional.

Bahkan keberhasilan pengembangan minapadi di Indonesia telah dijadikan FAO sebagai acuan model minapadi level Asia Pasifik.

“Setidaknya sudah 13 negara di Asia Pasifik belajar minapadi di Indonesia. Tentunya ini jadi pemicu bagi kita untuk terus mendorong minapadi ini berkembang di berbagai daerah,” papar Slamet.

Menurut Slamet, sistem minapadi juga mampu meningkatkan produktivitas padi. Untuk itu, sistem minapadi sangat pas sebagai upaya mencapai swasembada pangan. “Saya yakin ini akan menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan bagi petani,” ujarnya.

Lantaran sistem minapadi juga mampu meningkatkan produktivitas padi petani, Slamet berharap, minapadi bisa dijadikan program unggulan nasional dalam upaya mendukung kebijakan pangan berkelanjutan.

Perlu diketahui, Purbalingga memiliki potensi lahan sawah yang cocok untuk pengembangan minapadi. Tahun 2018, KKP telah memberikan dukungan percontohan minapadi seluas 5 ha di desa Limbasari.

Tahun ini direncanakan akan menambah dukungan seluas 35 ha untuk pengembangan minapadi di beberapa wilayah di Purbalingga.

Program Unggulan

Tercatat, sampai tahun 2016 total lahan minapadi produktif di seluruh Indonesia mencapai 145.000 ha. Bahkan, minapadi juga jadi program unggulan di Kementerian Pertanian.

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Sumarjo Gatot Irianto, minapadi telah nyata mampu meningkatkan produktivitas padi.

“Dengan minapadi produktvitas padi per ha bisa ditingkatkan. Oleh karena itu, saya rasa ini sangat pas untuk digarap secara serius melalui kerjasana dengan KKP,” kata Gatot.

Ia juga mengatakan, Kementerian Pertanian juga berkomitmen untuk mendorong sektor pertanian di Kabupaten Purbalingga ini. Minapadi itu punya keunggulan banyak yakni produktivitas bisa digenjot.

“Minapadi ini juga sebagai solusi untuk memitigasi resiko dari serangan hama. Disamping hasil produksinya bersifat organik,” kata Gatot.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *